Jakarta, CNN Indonesia —
Keluarga Tamara Tyasmara ingin Yudha Arfandi, tawanan pembunuhan Dante, dihukum berat. Hal itu diungkapkan Ristya Aryuni selaku ibunda Tamara saat menghadiri sidang pembunuhan Dante di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, China (11/7).
Dia mengatakan bahwa Yehuda harus dihukum berat karena membunuh seorang anak kecil. Oleh karena itu, dikatakan bahwa orang yang melakukan kejahatan tersebut patut mendapat hukuman yang setimpal dengan kejahatannya.
“Kami ingin pihak keluarga melihat apa yang dia lakukan, dia membunuh seorang anak, anak yang tidak bersalah, dia tidak mengerti apa-apa. Saya ingin dia dihukum seberat-beratnya,” kata Ristya Aryuni, seperti dilansir detikcom.
Saat itu, ia mengaku tak ingin melihat kelakuan Yehuda saat diadili. Ristya mengaku tidak mencintainya sejak Yudha mulai berkencan dengan Tamara.
Yudha pernah setuju untuk membunuh Dante karena anak Tamara Tyasmara dan Ristya sebagai orang tuanya tidak merestui hubungan mereka dan pernikahan mereka dibatalkan.
“Iya manis sekali, tapi aku marah,” kata Ristya tentang kelakuan Yudha.
“Iya dari awal aku nggak mau ketemu dia, kami cuma nggak mau, kami lekat sama aku aja, nggak percaya, itu saja,” tegasnya.
Terkait kasus meninggalnya Dante saat itu, Tamara Tyasmara mengaku ibunya tidak bisa menemaninya hingga akhir karena sibuk.
“Tadinya saya ke sini (Tamara), tapi tiba-tiba ada acara yang menelepon saya di malam hari,” kata Ristya.
Ceritanya bermula setelah Dante, putra Tamara, tewas tenggelam saat berenang di kolam renang di Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur pada Sabtu (27/1).
Setelah melakukan serangkaian pertanyaan dan wawancara, polisi mengungkap nama Yudha Arfandi yang merupakan kekasih Tamara sebagai tersangka dalam kasus ini.
Yudha pun ditangkap polisi di kawasan Pondok Kelapa. Setelah melakukan penyelidikan, polisi menangkap Yudha.
Dalam kasus ini, Yudha dijerat Pasal 76c juncto Pasal 80 UU No. 35 Tahun 2014 dan/atau Pasal 340 KUHP dan/atau Pasal 338 KUHP.
Awalnya, kepada polisi, Yudha mengaku alasan menenggelamkan Dante di danau adalah untuk berolahraga guna menguatkan dirinya. (grup/chri)












