BONTANG – Upacara pemberangkatan prajurit TNI ke perbatasan Malaysia dan Republik Indonesia diselenggarakan di Dermaga Pelabuhan Loktuan Bontang, Kalimantan Timur, pada Senin (7/9/2026) pagi.
Acara tersebut dihadiri oleh Irdam VI/Mulawarman Brigjen TNI Unang Sudargo, Dandim 0908 Bontang Letkol Inf Ardiansyah, Walikota Bontang dr. Hj. Neni Moerniaeni, Kapolres Bontang AKBP A.A. Gede Wibowo Sitepu, serta unsur Forkopimda dan pejabat TNI-Polri lainnya.
Sebanyak 700 prajurit diberangkatkan menuju Perbatasan Republik Indonesia dan Malaysia di wilayah Kalimantan menggunakan kapal TNI KRI Tanjung Kambani-971. Para prajurit tersebut tergabung dalam program Operasi Pengamanan Perbatasan (Ops Pamtas) RI-Malaysia.
Dari total personel yang diberangkatkan, 350 prajurit berasal dari Batalyon Arhanud 7/Agni Bala Cakti (ABC) Bontang, sementara 350 prajurit lainnya merupakan anggota Batalyon Kavaleri 8/Kostrad Narasinga Wiratama dari Malang, Jawa Timur.
Upacara dipimpin oleh Irdam VI/Mulawarman Brigjen TNI Unang Sudargo sebagai Inspektur Upacara. Dalam amanatnya, Sudargo menyampaikan bahwa penugasan Operasi Pamtas RI-Malaysia merupakan kehormatan dan tanggung jawab besar dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sudargo mengingatkan para prajurit untuk menjadikan iman dan takwa sebagai bekal utama selama menjalankan tugas. Ia juga menekankan pentingnya menjaga profesionalisme dan bersinergi dengan Polri, Bea Cukai, Imigrasi, serta pemerintah daerah setempat.
“Selama penugasan jadikan iman dan takwa sebagai bekal utama, menjaga profesionalisme, serta bersinergi dengan Polri, Bea Cukai, Imigrasi dan pemerintah daerah setempat,” ujar Sudargo.
Walikota Bontang Neni Moerniaeni menyampaikan dukungan penuh kepada para prajurit yang akan menjalankan tugas di kawasan perbatasan. Moerniaeni berharap keberangkatan ratusan personel tersebut dapat memperkuat sistem pengamanan dan menjaga kedaulatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Moerniaeni juga menyampaikan doa dan harapan agar seluruh prajurit yang berangkat tetap sehat dan kembali dengan selamat. Ia menambahkan bahwa pemerintah telah memberikan pengarahan kepada para istri prajurit yang ditinggal bertugas untuk menjaga diri dan kesehatan mental mereka. (*)
Penulis: M. Farid Pratama









