Jakarta, CNN Indonesia —
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan sulit bagi para menteri perekonomian di kabinet progresif Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) untuk menipu investor.
Ia merefleksikan larangan ekspor bijih nikel yang dilakukan Indonesia hingga berujung pada litigasi di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Menurut dia, Jokowi dan para menterinya tak gentar menghadapi Pengadilan Uni Eropa (UE) Cs.
“Sebentar lagi kita akan meninggalkan fosil dan batu bara. Semua orang akan berbicara tentang go green. Contohnya saya (pemerintah) ingin membangun pabrik kendaraan listrik,” kata Bahlil dalam kuliah umum IPDN yang disiarkan online, Kamis. /7).
Ia mengatakan Indonesia telah berhasil mendirikan Green Power Plant Hyundai LG Indonesia (HLI), yang merupakan pabrik baterai kendaraan listrik terbesar di Asia Tenggara, di Karawang, Jawa Barat. Bahlil mengatakan, negara asing khawatir Indonesia akan menjadi produsen baterai kendaraan listrik dunia.
Sebenarnya ada investor dari China yang akan membangun pabrik baterai di Indonesia, kata Bahlil. Ini adalah Amperex Technology Co. LLC ( CATL ) memiliki investasi $5,2 miliar.
“Dunia takut pada kita. CATL akan segera membangun ini (pabrik baterai kendaraan listrik). Seluruh dunia takut pada kita. Tapi saya bilang ke pemerintah dan kementerian negara lain, “Maaf bos, Pak. Pemerintahan Joko saat ini dan para menterinya “tidak bisa membodohi Anda, terutama menteri perekonomian,” kata Bahlil.
“Kenapa (tidak mudah berbuat curang)? Mereka semua pemain dan pengusaha. Pak Eric (Menteri BUM Eric Thohir), Pak Airlango (Menko Perekonomian Airlango Hartart), Pak Luhut (Menko Marves Luhut). Binsar Panjaitan ) mereka Bagaimana kamu bisa mengolok-olok saya?
Rabu (7/3), baru-baru ini Jokowi meresmikan pabrik sel baterai HLI Green Power di Karawang, Jawa Barat. Ini merupakan babak baru dalam upaya Indonesia menjadi pemain global di ekosistem baterai dan kendaraan listrik, kata Presiden.
Ia yakin Indonesia akan menjadi negara terdepan dalam persaingan mobil listrik global. Ia mengatakan, selain pabrik baterai, Indonesia didukung sumber bahan bakunya.
(skt/sfr)











